Cara Menghilangkan Bau Karpet Masjid yang Kotor

Seperti apa sih mencuci karpet masjid yang benar itu? Umumnya, karpet itu digunakan untuk alas penutup lantai yang digunakan agar pijakan kaki menjadi terasa lebih enak dan nyaman. Untuk tempat beribadah sendiri, seperti di masjid, sering kali ditambahkan dengan karpet juga. Sehingga, siapapun yang sedang beribadah di masjid bisa melakukannya dengan khusyu.

Sayangnya, dengan penggunaan karpet masjid yang selalu dipakai setiap hari, hal ini membuat karpet tersebut menjadi rentan kotor. Itu karena setiap hari ada banyak orang yang selalu memijakkan kakinya di atas karpet ini.

Belum lagi, memang pada umumnya, desain interior masjid itu dirancang khusus memakai konsep yang terbuka. Sehingga, hal ini membuat kotoran debu menjadi mudah sekali masuk dan menempel ke dalam karpet tersebut.

Karena itulah, sebaiknya cuci karpet masjid ini secara berkala hignga bersih. Selalu ingatlah bahwa kebersihan itu adalah sebagian besar dari iman. Karpet masjid yang selalu dijaga dengan baik kebersihannya itu akan membuat Anda bisa terbebas dari kuman, bakteri, dan juga bibit penyakit yang berbahaya.

Tak hanya itu saja, dengan perawatan yang tepat, maka daya tahan karpet menjadi semakin tahan lama, itu karena kondisinya selalu terjaga dengan baik. Hanya saja dengan ukurannya yang sangat besar, hal ini membuat aktivitas mencuci karpet masjid ini bukanlah pekerjaan yang sangat mudah untuk dilakukan.

Apalagi bila sudah sampai berbau. Umumnya, karpet yang dicuci baru saja akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Karena itulah, di samping memakai produk cairan dari produk pewangi buatan, kini Anda juga bisa menggunakan bahan alami agar bau yang tidak sedap tersebut bisa hilang.

Salah satu cara terbaik untuk menghilangkan baunya adalah dengan menaburkan baking soda pada permukaan karpet. Setelah itu, tunggu selama 30 menit sampai dengan 45 menit saja. Kemudian, bersihkan permukaan karpetnya memakai vacuum cleaner. Maka karpet masjid akan harus seperti biasa dan tidak akan berbau lagi sekalipuh habis dicuci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *